Revitalisasi Kurikulum OBE Prodi Doktor Pendidikan Matematika UNIMED Perkuat Konstruktivisme, Budaya, dan Teknologi Digital
Medan, 9 Oktober 2025. Program Studi Doktor Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan menyelenggarakan Revitalisasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) untuk menyelaraskan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Rencana Pembelajaran Semester (RPS), asesmen autentik, dan penguatan learning analytics. Agenda ini menegaskan tiga pilar visi keilmuan prodi, yaitu konstruktivisme, berbasis budaya, dan teknologi digital mutakhir, sebagai dasar rekayasa pembelajaran dan penelitian disertasi.
Dr. Elmanani Simora, M.Si. selaku Ketua Program Studi dan Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan revitalisasi dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah inti dan pilihan, fungsionaris prodi, serta tim penjaminan mutu. Agenda terbagi ke dalam tiga sesi utama, yaitu penyelarasan CPL–CPMK–RPS, klinik perbaikan rubrik asesmen autentik, dan workshop penerapan learning analytics. Luaran langsung meliputi draf revisi RPS pada mata kuliah inti, daftar butir rubrik yang memuat indikator pilar visi, serta rencana implementasi analytics pada minimal 70% mata kuliah inti pada semester berjalan. Tim juga menetapkan jadwal audit isi RPS pada minggu ke 2 perkuliahan, mekanisme pelaporan ringkas analytics per kelas di akhir semester, dan daftar kebutuhan perangkat untuk ruang kelas prioritas.
Kegiatan dibuka oleh pimpinan fakultas dan diikuti oleh dosen serta fungsionaris program studi. Sesi inti mencakup penyelarasan kurikulum berbasis pilar visi, lokakarya perbaikan RPS dan rubrik asesmen, serta klinik penerapan learning analytics untuk umpan balik pembelajaran. Tim prodi juga memetakan integrasi topik disertasi dengan kebutuhan sekolah dan komunitas sehingga alur tridharma menjadi lebih terukur dan relevan.
Prof. Dr. Budi Valianto, M.Pd., Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Medan, menyampaikan bahwa penguatan OBE pada jenjang doktoral harus menekankan kesinambungan antara kurikulum, riset disertasi, dan dampak bagi sekolah serta komunitas. “Program doktor dituntut melahirkan kontribusi ilmiah yang relevan dan berdampak. Revitalisasi ini memperjelas keterkaitan profil lulusan dengan tema riset dan skema kemitraan sehingga hasil penelitian dapat ditransfer ke praktik pembelajaran,” ujarnya. Direktur juga menegaskan dukungan Pascasarjana pada fasilitas, penguatan jejaring, serta agenda internasionalisasi yang sejalan dengan Renstra Universitas dan FMIPA.

Ketua Senat Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas langkah penguatan kurikulum ini dan menegaskan bahwa UNIMED mendorong kemitraan yang nyata dan terukur; menurutnya, revitalisasi OBE akan semakin menegaskan pembelajaran yang relevan, kontekstual, serta berbasis bukti, sekaligus merupakan undangan bagi mitra untuk berkolaborasi agar praktik baik dapat direplikasi dan memberi dampak luas.
Pokok hasil revitalisasi mencakup penyelarasan CPL–CPMK–RPS dengan pilar konstruktivisme, budaya, dan teknologi digital agar setiap mata kuliah menampilkan kontribusi yang jelas terhadap profil lulusan; penguatan asesmen autentik melalui rubrik yang menandai pilar visi dan menyediakan ruang refleksi berbasis bukti; pengembangan learning analytics untuk memantau keterlibatan dan capaian mahasiswa dengan target perluasan penerapan pada mata kuliah inti serta pelaporan ringkas pada akhir semester; serta pemetaan kolaborasi riset dan pengabdian yang menautkan topik disertasi dengan kebutuhan sekolah, MGMP, dan komunitas. Menurut Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., co-teaching dan joint research merupakan jembatan antara kampus dan dunia praktik; dengan kurikulum yang kuat dan asesmen yang tepat, solusi pembelajaran yang berakar pada budaya dan didukung teknologi digital dapat dihasilkan.
Prodi mengundang dinas pendidikan, sekolah, MGMP atau asosiasi profesi, serta alumni untuk bergabung dalam kemitraan co-teaching dan joint research. Pada skema co-teaching, kolaborasi mencakup perencanaan bersama perangkat pembelajaran (RPP dan RPS terintegrasi), penyelarasan indikator CPL–CPMK, sesi microteaching dan observasi kelas dua arah, implementasi di kelas mitra, serta refleksi berbasis data; topik prioritas meliputi pemecahan masalah berbasis budaya lokal, penalaran matematis dengan pendekatan konstruktivis, pemanfaatan teknologi digital dan learning analytics untuk umpan balik pembelajaran, serta penguatan asesmen autentik; dukungan disediakan berupa template RPS dan rubrik, akses LMS, pendampingan dosen, dan sertifikat kolaborasi bagi mitra. Pada skema joint research, kolaborasi difokuskan pada penelitian kelas atau tindakan, pengembangan perangkat ajar digital, serta studi evaluasi asesmen autentik dan learning analytics yang menautkan profil lulusan, CPL, dan indikator dampak; keluaran yang ditargetkan meliputi artikel ilmiah, laporan teknis, policy brief untuk sekolah atau pemerintah daerah, dan pendaftaran HAKI bila relevan; tahapan kerja mencakup pemetaan kebutuhan mitra, desain riset singkat, persetujuan etik, pengumpulan data, analisis, dan diseminasi hasil melalui forum bersama. Mitra memperoleh manfaat peningkatan kompetensi pedagogik, akses narasumber dan materi, jejaring penelitian, serta pengakuan keikutsertaan, sementara prodi memperoleh locus implementasi, data berbasis konteks, dan penguatan dampak; skema dapat dilaksanakan luring, daring, atau hibrida, dengan prioritas kemitraan di Sumatera Utara.