Antropologi Sosial

Dr. Hidayat, M.S

Ketua Program Studi  Antropolgi Sosial

Dr. Ratih Baiduri, M.Si.

Sekretaris Program Studi  Antropolgi Sosial

SEJARAH SINGKAT PROGRAM STUDI ANTROPOLOGI SOSIAL

Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan (UNIMED) merupakan salah satu program studi yang beranjak dewasa, berusia 17 tahun. Terhitung 30 Mei 2015 Program Studi Ansos Pasca Unimed terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perolehan akrediatasi B untuk program Studi Antropologi Sosial menjadi kebanggaan dan capaian optimal dari kinerja segenap civitas akademika Program Studi Antropologi Sosial. Meskipun prodi Antropologi Sosial berdiri tahun 2000 dan penerimaan mahasiswa baru program Magister Antropologi sudah dilakukan sejak tahun 2001, izin operasionalnnya baru diraih bulan April tahun 2006 dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Surat Keputusan Pendirian Dirjen DIKTI No 1183/D/T/2006 kemudian diperpanjang dengan Surat Keputusan Perpanjangan Nomor 2152/D/T/2008 tertanggal 14 Juli 2008. Sejak tahun 2009 Prodi Antropologi Sosial terakreditasi C sesuai surat BAN PT No. 013/BAN-PT/Ak-VII/S2/XI/2009.

Terhitung bulan Mei 2016 sampai sekarang Program Studi Antropologi Sosial diketuai oleh Dr. Hidayat, M.Si dan Sekretaris Dr. Ratih Baiduri, M.Si. Pada periode 2011-2015 yang menjadi Ketua Prodi Antropologi Sosial adalah Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S, Sekretaris Dr. Hidayat, M.Si. Pada periode sebelumnya, yakni tahun 2007-2011 Program Studi diketuai oleh Ketua Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S, Sekretaris Drs. Onggal Sihite, M.Si. Sejak berdiri tahun 2000 sampai dengan 2007 bertindak sebagai Ketua Prodi Ansos adalah Prof. Dr. BA Simanjuntak dan Sekretaris Drs. Trisni Handayani, M.Si.

Terhitung tahun akademik 2016/2017 Prodi Antropologi Sosial Pasca UNIMED menerapkan Kurikulum KKNI dengan jumlah SKS mencapai 50 SKS. Karakteristik yang menonjol dari kurikulim KKNI prodi Ansos adalah (1) adanya mata kuliah universitas yakni mata kuliah kepemimpinan dengan beban 2 SKS, (2) Praktek Pengalaman Lapangan Bidang Antropologi 2 SKS dan (3) perbaikan sistem perkualiahan dan pembelajaran dengan menerapkan 6 tugas utama yang harus diikuti mahasiswa, yakni Tugas Rutin, Riview Jurnal, Riview Riset, Rekayasa Ide, Mini Riset dan pembelajaran berbasis projek. Sebelumnya kurikulum yang dikembangkan Prodi Antropologi Sosial adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi Sistem Blok. Ciri yang menonjol dari kurikulum ini pada Prodi Antropologi Sosial adalah dikembangkan konsentrasi bidang keilmuan yang mencakup Konsentrasi Pendidikan Berbasis Budaya, Konsentrasi Pengembangan Pariwisata Budaya, Konsentrasi Otonomi Daerah dan terakhir tahun 2012 membuka kelas Konsentrasi Pendidikan Sosiologi.

VISI, MISI dan TUJUAN

VISI

Menjadi program studi yang unggul di bidang pendidikan, peneltian dan pengembangan sosial-budaya berskala nasional pada tahun 2025

MISI

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dasar di bidang antropologi dan keterampilan lainnya dalam penelitian dan praktik di lapangan sosial budaya.
  2. Mengembangkan penelitian sosial-budaya dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, dan berkontribusi dalam memecahkan persoalan-persoalan sosial-budaya kotemporer.
  3. Membangun jejaring kerjasama dan kemitraan dengan Perguruan Tinggi, dan stakeholehder lainnya Lembaga/Badan (negeri dan swasta) dalam upaya pengembangan sosial-budaya, kearifan lokal, pariwisata dan otonomi daerah.
  4. Melakukan dan pengabdian masyarakat dalam rangka pemberdayaan pengembangan produk budaya dan kearifan lokal

 

TUJUAN

  1. Menghasilkan lulusan yang kompentensi di bidang sosial-budaya, pendidikan, pariwisata dan otonomi daerah.
  2. Menghasilkan penelitian dan bahan bacaan dan bahan ajar di bidang sosial-budaya dengan  pengarusutamaan (mainstreaming) pendekatan/berbasis sosial-budaya dan kearifan lokal  di tingkat lokal dan nasional.
  3. Menghasilkan rancang bangun program rekayasa sosial-budaya untuk meminimalkan dampak negatif dari pelaksanaan otonomi daerah dan globalisasi yang berdampak pada pudarnya kekayaan khazanah budaya dan kearifan lokal.
  4. Menghasilkan rancangan program untuk mendorong pengembangan pariwisata budaya/keraifan lokal dan modal sosial kultural komunitas.
  5. Membangun kerjasama dengan stakeholder terkait dalam pengembangan sosial budaya pedesaan, masyarakat maritim dan konservasi sumberdaya pesisir dan pantai termasuk hutan mangrove.

DAFTAR DOSEN

  1. Prof. Dr. Usman Pelly, M.A
  2. Prof, Dr. Ibrahim Gultom, MP.d
  3. Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si
  4. Prof. Dr. Robert sibarani, M.Si
  5. Prof. Dr. Pujiati, M.Soc
  6. Dr. Phil. Ichwan azhari, M.S
  7. Dr. Fikarwin Zuska M.Ant
  8. Dr. Bahrul  K.  Amal, M.Si
  9. Dr. Eron Damanik, M.Si
  10. Dr. Esi Emelia, M.Si
  11. Dr. Hidayat, M.Si
  12. Dr. Ratih Baiduri, M.Si
  13. Dr. Rosmadana Nasution, M.Si.
  14. Dr. Tuti Rahayu Rahayu, M.Si
  15. Dr. Zulkifli
  16. Dr. Rahmad Husen, M.Ed.

DAFTAR MATA KULIAH